IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MEMBENTUK PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS MATERI BIRRUL WALIDAIN DI MA SUNAN GIRI BRANANG
Main Article Content
Abstract
This research is motivated by the low level of students' understanding in the Al-Qur'an Hadith lesson, especially regarding the material of birrul walidain, at MA Sunan Giri Branang. The learning process still relies heavily on lecture methods, so that students become less active and have difficulty understanding the meaning of the material. The purpose of this study is to describe the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) learning method, to determine students' understanding of the material of birrul walidain after the implementation of the method, and to identify factors that support and hinder its implementation. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation, which are analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the implementation of TGT is carried out through group formation, material delivery, group discussions, games, and tournaments between groups, which create an interactive and enjoyable learning atmosphere. The level of student understanding increases both cognitively and affectively, marked by students' ability to explain and relate the meaning of verses and hadiths to everyday life. Supporting factors include teacher readiness and student enthusiasm, while limited time and differences in student abilities within the group are the main obstacles.
Abstrak:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pemahaman siswa dalam pelajaran Al-Qur'an Hadits, terutama mengenai materi birrul walidain, di MA Sunan Giri Branang. Proses pembelajaran masih banyak mengandalkan metode ceramah, sehingga siswa menjadi kurang aktif dan kesulitan memahami makna materi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), mengetahui pemahaman siswa terhadap materi birrul walidain setelah penerapan metode tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghalangi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TGT dilakukan melalui pembentukan kelompok, penyampaian materi, diskusi kelompok, permainan, dan turnamen antar kelompok, yang menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Tingkat Pemahaman siswa meningkat baik secara kognitif maupun afektif, ditandai dengan kemampuan siswa menjelaskan dan mengaitkan makna ayat serta hadis dengan kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung meliputi kesiapan guru dan antusiasme siswa, sedangkan keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa dalam kelompok menjadi hambatan utama.
Article Details
Section
Articles

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
DAFTAR PUSAKA
Affifi, M. A. A. (2019). In-Depth Interview (Wawancara Mendalam). Paper Knowledge. Toward a Media History of Documents.
Arikunto, S. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara.
Arikunto, S. (2017). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of Educational Objectives. Longman.
Daradjat, Z. (2014). Ilmu Pendidikan Islam. Bumi Aksara.
Hamalik, O. (2008). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara.
Isjoni. (2014). Cooperative Learning: Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Alfabeta.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2017). Cooperative Learning. Nusa Media.
Lie, A. (2008a). Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Grasindo.
Lie, A. (2008b). Cooperative Learning. Grasindo.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. Sage Publications.
Muhaimin. (2012). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Remaja Rosdakarya.
Sanjaya, W. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana.
Sanjaya, W. (2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana.
Silberman, M. L. (1996). Active Learning: 101 Strategies to Teach Any Subject. Allyn & Bacon.
Silberman, M. L. (2006). Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Nusamedia.
Slavin, R. E. (1995). Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. Allyn & Bacon.
Slavin, R. E. (2005). Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. Allyn and Bacon.
Slavin, R. E. (2015). Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. Allyn & Bacon.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Alfabeta.
Suprijono, A. (2012). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar.
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Bumi Aksara.
Trianto. (2018). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Kencana.
Uno, H. B. (2011). Model Pembelajaran. Bumi Aksara.
Main Article Content
Abstract
This research is motivated by the low level of students' understanding in the Al-Qur'an Hadith lesson, especially regarding the material of birrul walidain, at MA Sunan Giri Branang. The learning process still relies heavily on lecture methods, so that students become less active and have difficulty understanding the meaning of the material. The purpose of this study is to describe the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) learning method, to determine students' understanding of the material of birrul walidain after the implementation of the method, and to identify factors that support and hinder its implementation. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation, which are analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the implementation of TGT is carried out through group formation, material delivery, group discussions, games, and tournaments between groups, which create an interactive and enjoyable learning atmosphere. The level of student understanding increases both cognitively and affectively, marked by students' ability to explain and relate the meaning of verses and hadiths to everyday life. Supporting factors include teacher readiness and student enthusiasm, while limited time and differences in student abilities within the group are the main obstacles.
Abstrak:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pemahaman siswa dalam pelajaran Al-Qur'an Hadits, terutama mengenai materi birrul walidain, di MA Sunan Giri Branang. Proses pembelajaran masih banyak mengandalkan metode ceramah, sehingga siswa menjadi kurang aktif dan kesulitan memahami makna materi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), mengetahui pemahaman siswa terhadap materi birrul walidain setelah penerapan metode tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghalangi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TGT dilakukan melalui pembentukan kelompok, penyampaian materi, diskusi kelompok, permainan, dan turnamen antar kelompok, yang menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Tingkat Pemahaman siswa meningkat baik secara kognitif maupun afektif, ditandai dengan kemampuan siswa menjelaskan dan mengaitkan makna ayat serta hadis dengan kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung meliputi kesiapan guru dan antusiasme siswa, sedangkan keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa dalam kelompok menjadi hambatan utama.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
DAFTAR PUSAKA
Affifi, M. A. A. (2019). In-Depth Interview (Wawancara Mendalam). Paper Knowledge. Toward a Media History of Documents.
Arikunto, S. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara.
Arikunto, S. (2017). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of Educational Objectives. Longman.
Daradjat, Z. (2014). Ilmu Pendidikan Islam. Bumi Aksara.
Hamalik, O. (2008). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara.
Isjoni. (2014). Cooperative Learning: Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Alfabeta.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2017). Cooperative Learning. Nusa Media.
Lie, A. (2008a). Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Grasindo.
Lie, A. (2008b). Cooperative Learning. Grasindo.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. Sage Publications.
Muhaimin. (2012). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Remaja Rosdakarya.
Sanjaya, W. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana.
Sanjaya, W. (2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana.
Silberman, M. L. (1996). Active Learning: 101 Strategies to Teach Any Subject. Allyn & Bacon.
Silberman, M. L. (2006). Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Nusamedia.
Slavin, R. E. (1995). Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. Allyn & Bacon.
Slavin, R. E. (2005). Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. Allyn and Bacon.
Slavin, R. E. (2015). Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. Allyn & Bacon.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Alfabeta.
Suprijono, A. (2012). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar.
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Bumi Aksara.
Trianto. (2018). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Kencana.
Uno, H. B. (2011). Model Pembelajaran. Bumi Aksara.