PERAN GURU SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DALAM UPAYA PEMBENTUKKAN KARAKTER TERPUJI TERHADAP SISWA DI MA AL MUKMIN TEMBARAK
Main Article Content
Abstract
This study aims to examine the role of teachers in the implementation of Islamic Cultural History education in shaping students' character at MA Al Mukmin Tembarak. The research employs a qualitative approach, with the subjects consisting of Islamic Cultural History teachers and eleventh-grade students. Data were collected through observations, interviews, and documentation. The data analysis process involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings of the study reveal that the role of the Islamic Cultural History teacher at MA Al Mukmin Tembarak is crucial in shaping students' character. The teacher acts as a partner, resource, and mentor. The teacher not only imparts values of Islamic Cultural History but also guides students in practicing good ethics and manners in their interactions. Additionally, the teacher emphasizes the importance of mutual respect and appreciation of differences, while providing positive role models. In the lessons, the teacher conveys moral messages from the Khulafaurrasyidin, including moral enhancement, spreading love, and contributing positively to society. The teacher also shares inspirational messages from local heroes that are relevant to students' daily lives, fostering a sense of patriotism and social responsibility. Thus, the role of the Islamic Cultural History teacher at MA Al Mukmin Tembarak significantly contributes to the development of students' character as religious, honest, and socially responsible individuals.
Article Details
Section
Articles

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Al Anshory, A., dkk. (2020). Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam: Konsep, Tujuan, dan Manfaatnya. Jakarta: Penerbit Universitas Islam Indonesia.
Amelia, S., dkk. (2020). Peran Guru dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Sekolah Menengah Atas. Bandung: Penerbit Pendidikan dan Kebudayaan.
Aslan, A. (2018). Perencanaan dan Implementasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Yogyakarta: Penerbit Nusantara.
Atikah, N., dkk. (2002). Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam: Nilai-Nilai dan Hikmah dalam Sejarah. Jakarta: Penerbit Abdi Negara.
Estari, R. (2020). Pendekatan Pembelajaran yang Tepat untuk Siswa di Sekolah Menengah Atas. Surabaya: Penerbit Aksara.
Hafidza, N. (2021). Pengaruh Pembelajaran Karakter dalam Membangun Siswa yang Berakhlak Mulia. Malang: Penerbit Karunia.
Herawati, S. (2021). Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Semarang: Penerbit Cendikia.
Ikawati, D. (2018). Dampak Negatif Media Sosial terhadap Remaja dan Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan dan Perilaku Sosial, 10(2), 45-56.
Ikhsan, S., dkk. (2002). Sejarah Kebudayaan Islam: Kajian dan Pendekatan. Bandung: Penerbit Al-Muhajir.
Khusna, A. (2016). Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(1), 12-21.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Ridwan, R., dkk. (2020). Peran Guru dalam Pengembangan Karakter Siswa melalui Sejarah Kebudayaan Islam. Bandung: Penerbit Cerdas.
Rusydi, F. (2021). Peran Guru dalam Pengembangan Karakter Siswa melalui Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Era Digital. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 6(3), 34-40.
Rukin, A. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Ilmu.
Sugoto, H., dkk. (2009). Pembelajaran Akhlak dalam Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Penerbit Islamika.
Tabroni, A. (2021). Sejarah Kebudayaan Islam dan Nilai-Nilai Akhlak dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Penerbit Mahkota.
Umami, A., & Ahmadian, H. (2022). Dampak Media Sosial terhadap Pembelajaran Agama dan Karakter Remaja. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 14(2), 90-98.
Usoh, A., & Lumentut, L. (2023). Pengaruh Positif Media Sosial dalam Pembentukan Karakter Siswa di Era Modern. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan, 13(1), 22-30.
Main Article Content
Abstract
This study aims to examine the role of teachers in the implementation of Islamic Cultural History education in shaping students' character at MA Al Mukmin Tembarak. The research employs a qualitative approach, with the subjects consisting of Islamic Cultural History teachers and eleventh-grade students. Data were collected through observations, interviews, and documentation. The data analysis process involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings of the study reveal that the role of the Islamic Cultural History teacher at MA Al Mukmin Tembarak is crucial in shaping students' character. The teacher acts as a partner, resource, and mentor. The teacher not only imparts values of Islamic Cultural History but also guides students in practicing good ethics and manners in their interactions. Additionally, the teacher emphasizes the importance of mutual respect and appreciation of differences, while providing positive role models. In the lessons, the teacher conveys moral messages from the Khulafaurrasyidin, including moral enhancement, spreading love, and contributing positively to society. The teacher also shares inspirational messages from local heroes that are relevant to students' daily lives, fostering a sense of patriotism and social responsibility. Thus, the role of the Islamic Cultural History teacher at MA Al Mukmin Tembarak significantly contributes to the development of students' character as religious, honest, and socially responsible individuals.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Al Anshory, A., dkk. (2020). Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam: Konsep, Tujuan, dan Manfaatnya. Jakarta: Penerbit Universitas Islam Indonesia.
Amelia, S., dkk. (2020). Peran Guru dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Sekolah Menengah Atas. Bandung: Penerbit Pendidikan dan Kebudayaan.
Aslan, A. (2018). Perencanaan dan Implementasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Yogyakarta: Penerbit Nusantara.
Atikah, N., dkk. (2002). Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam: Nilai-Nilai dan Hikmah dalam Sejarah. Jakarta: Penerbit Abdi Negara.
Estari, R. (2020). Pendekatan Pembelajaran yang Tepat untuk Siswa di Sekolah Menengah Atas. Surabaya: Penerbit Aksara.
Hafidza, N. (2021). Pengaruh Pembelajaran Karakter dalam Membangun Siswa yang Berakhlak Mulia. Malang: Penerbit Karunia.
Herawati, S. (2021). Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Semarang: Penerbit Cendikia.
Ikawati, D. (2018). Dampak Negatif Media Sosial terhadap Remaja dan Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan dan Perilaku Sosial, 10(2), 45-56.
Ikhsan, S., dkk. (2002). Sejarah Kebudayaan Islam: Kajian dan Pendekatan. Bandung: Penerbit Al-Muhajir.
Khusna, A. (2016). Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(1), 12-21.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Ridwan, R., dkk. (2020). Peran Guru dalam Pengembangan Karakter Siswa melalui Sejarah Kebudayaan Islam. Bandung: Penerbit Cerdas.
Rusydi, F. (2021). Peran Guru dalam Pengembangan Karakter Siswa melalui Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Era Digital. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 6(3), 34-40.
Rukin, A. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Ilmu.
Sugoto, H., dkk. (2009). Pembelajaran Akhlak dalam Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Penerbit Islamika.
Tabroni, A. (2021). Sejarah Kebudayaan Islam dan Nilai-Nilai Akhlak dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Penerbit Mahkota.
Umami, A., & Ahmadian, H. (2022). Dampak Media Sosial terhadap Pembelajaran Agama dan Karakter Remaja. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 14(2), 90-98.
Usoh, A., & Lumentut, L. (2023). Pengaruh Positif Media Sosial dalam Pembentukan Karakter Siswa di Era Modern. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan, 13(1), 22-30.