COMMUNICATION STYLE OF SRIWIJAYA 94.3 FM RADIO ANNOUNCERS: A CASE STUDY OF RELATIONSHIPS WITH LISTENERS
Published 2025-12-17
Keywords
- announcer communication style, local radio, listener relationships.
Abstract
This study examines the communication style of Sriwijaya 94.3 FM radio announcers and their role in building closeness with listeners amid the increasingly digital audio media landscape. Using a qualitative approach, data were collected through program observations, in-depth interviews with announcers and listeners, and analysis of social media documentation. The findings indicate that announcers employ a warm and empathetic communication style, rooted in local culture, and highly responsive to listener interactions and feedback. Consistent relationship-building through on-air rituals, public appreciation, and topic continuity strengthens parasocial bonds between announcers and listeners. This approach not only creates positive emotional experiences but also fosters audience loyalty toward the radio station. The study highlights the importance of humanistic and adaptive communication strategies for local radio in maintaining relevance and closeness with listeners in the digital era, while providing insights for developing more effective broadcasting practices.
References
- Fauzan, M. (2021). Interaktivitas penyiar radio di era digital: Perubahan pola komunikasi dengan audiens. Jurnal Pekommas, 6(2), 99–110.
- Hamdi, M. F., Ismail, & Pratiwi, I. D. (2024). Strategi komunikasi penyiar dalam meningkatkan minat pendengar pada acara Melayu di Radio DIS FM Kota Tebing Tinggi. AT-TADZKIR: Jurnal Penelitian dan Ilmu Komunikasi, 1(2), 45–56.
- Hartati, N. (2020). Adaptasi radio lokal di era media baru: Studi kasus radio komunitas. Mediakom, 4(1), 12–22.
- Kurniansyah, R. A., Ashaf, A. F., & Trenggono, N. (2025). Pengaruh gaya komunikasi penyiar Radio SAI 100 FM Lampung terhadap minat dengar program Cerita Cinta. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora, 10(1), 45–52.
- Maulana, R. (2021). Gaya bahasa penyiar radio dalam program talkshow remaja. Common: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 5(2), 87–98.
- Mudrikah, M. (2022). Gaya bahasa penyiar pada program Numpang Nampang di Radio Baiturrahman. Jurnal Bahasa dan Literasi.
- Pangestika, S. A., & Safitri, M. (2019). Strategi program radio dalam mempertahankan eksistensinya. Makna (Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, Dan Budaya), 4(1). [https://doi.org/10.33558/makna.v4i1.1677](https://doi.org/10.33558/makna.v4i1.1677
- Pradana, Y. (2020). Peran penyiar dalam membangun hubungan parasosial dengan pendengar. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 55–67.
- Saron, M. M., Suryono, J., & Widodo, Y. (2022). Komunikasi interpersonal antara penyiar dengan pendengar LPPL Radio Swiba Karanganyar dalam program acara Melodi Swiba. Media and Empowerment Communication Journal, 1(2), 47–56.
- Setiawan, A., & Sari, M. (2021). Strategi komunikasi radio lokal dalam menghadapi media digital. Jurnal ASPIKOM, 6(1), 34–46.
- Syifa, N. Y. (2021). Penerapan komunikasi interpersonal dalam kajian Islam pada penyiar ajang duet di Radio Dhirgantara Best Station 101,9 FM Banjarmasin. Jurnal Al Husna, 2(2), 178–186.
- Wulandari, S. (2022). Media radio sebagai ruang interaksi sosial masyarakat urban. Jurnal Komunitas, 14(1), 33–45.
- Yahya, H., & Habibi, M. (2023). Pengaruh gaya komunikasi penyiar terhadap minat dengar Dapur Remaja Radio 107.8 FM. Jurnal Bincang Komunikasi, 1(2), 68–76.